Di dalam perjalananan Letterplatters, dua tahun terakhir adalah rentang waktu untuk mengembangkan diri untuk bisa menerbitkan konten-konten mandiri yang berguna dan menginspirasi bagi orang banyak. Setelah mengawalinya dengan Day & Night dan Tigress, serta eksplorasi untuk cerita anak dalam serial Arika & Baba: Rumah Misterius, saya mulai menemukan orang-orang dengan visi dan spirit yang sama untuk mengembangkan konten kreatif, khususnya untuk literasi anak-anak. 

Perjalanan yang mempertemukan Letterplatters dengan Storyhoop bukanlah sebuah kebetulan. Storyhoop—yang awalnya digagas oleh dua orang kawan baik Taqarrabie dan Hervina—bergerak di bidang storytelling collective dalam bentuk dongeng dan animasi yang sungguh dekat dengan anak-anak. Jauh sebelum adanya kesepakatan untuk berkolaborasi, saya selalu tertarik dengan semangat yang diusung oleh kedua teman saya ini dalam mengembangkan cerita anak-anak, terutama karena latar belakang Bie yang memang dekat dengan dunia film. Hal ini membuat caranya mengembangkan cerita sungguh diluar dugaan, dengan alur imajinasi yang out of the box untuk dinikmati.

Setelah sekian banyak pertemuan informal yang tidak disengaja, suatu hari Bie dan Vina mengajak saya untuk bertemu. Kali ini, mereka datang dengan sebuah konsep cerita yang berangkat dari kegelisahan mereka dalam mengajarkan nilai keberagaman kepada anak-anak di situasi negara kita yang semakin hari semakin rendah toleransi karena satu dan lain hal. Kemudian mereka pun menyampaikan ide besar cerita yang ingin dikembangkan menjadi buku berseri dan sedang mencari penerbit. Saat mendengarkan garis besar cerita tentang keberagaman yang ternyata mengangkat angle makanan pokok di negeri kita, saya merasa sangat tertarik. Bagaimana tidak, cerita anak dengan landas cerita makanan pokok! Those are things I really keen on!

Selain alasan personal yang tentunya menjadi penyumbang suara terbesar untuk mengiyakan ajakan kolaborasi dalam tata letak buku dan menerbitkannya, saya sangat percaya dengan konten yang dipersiapkan oleh Storyhoop. Saya termasuk sangat pilar-pilih dalam menentukan projek-projek untuk dirilis di bawah Kreasi Komunikata. Dan untuk serial yang mengusung “keberagaman” ini, saya tidak punya pilihan selain ikut berkontribusi di dalamnya. 

Kami menghabiskan waktu hampir dua tahun untuk menemukan format dan juga mencari ilustrator yang berbeda-beda untuk menggarap masing-masing cerita. Masing-masing dari Storyhoop maupun Letterplatters pun perlu amat sangat membagi kepala untuk projek yang kemudian diberi nama Serial KitaKaya! 

Saat catatan ini dibuat, kami sudah dalam masa finalisasi tata letak dan akan masuk ke fase proofing massal untuk 7 (tujuh) judul buku anak yang rencananya akan dirilis pertengahan bulan November 2018 mendatang. Dan dari sekian banyak waktu yang mengambang diantara kesibukan saya, perjalanan mengerjakan serial KitaKaya secara tidak sengaja telah banyak mengajarkan tentang hal-hal baik mengenai keberagaman di Indonesia. Bahkan adanya keragaman makanan pokok yang ingin dikenalkan kepada anak-anak terasa begitu dekat untuk menanamkan toleransi dan keterbukaan terhadap budaya di masing-masing daerah. Terlebih lagi, Bie sepertinya berhasil menjahit elemen-elemen budaya yang berbeda-beda kita ke dalam cerita yang berbeda-beda. Bie membuat kita, atau paling tidak saya, merasa kaya di dalam proses pengerjaan buku ini.

Semoga kami bisa melengkapi dan membungkus serial ini sebaik-baiknya di sisa waktu yang ada. Sampai jumpa di catatan berkarya bersama KitaKaya! selanjutnya, karena masih ada cerita-cerita menarik tentang behind the scene projek kolaborasi penuh cinta untuk merangkul keberagaman ini :) 

Signature-Ebee_rev.png

Comment