Seperti biasa, bulan Februari selalu menjadi bulan yang dirayakan dengan kembali berkarya bersama teman-teman baik. Tahun ini, Letterplatters kembali merampungkan sebuah kolaborasi yang sudah berjalan cukup lama, yaitu sebuah buku cerita untuk anak yang dikerjakan bersama Nuy Darmadjaja dan Ratna Fedara. 

Kolaborasi "Arika & Baba" ini dimulai jauh sebelum Nuy berpartisipasi dalam kegiatan tahunan #Letterature dimana "Racau", karya pertamanya, dirilis secara mandiri dalam jumlah yang terbatas. Dalam setahun lebih perjalanan "Arika & Baba", Letterplatters banyak berperan dalam proses menjahit naskah dan ilustrasi, serta menjadikannya sebuah buku utuh yang akhirnya dirilis awal Februari lalu.

Seri pertama "Arika & Baba" yang berjudul Rumah Misterius ini adalah literatur anak pertama yang diterbitkan oleh imprint kami, Kreasi Komunikata. Sebagai yang pertama, sudah tentu banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang kami dapat, baik dari segi cerita maupun segi kreatifnya. Sangat beruntung dalam proses perjalanan Arika & Baba ini, kami berkesempatan untuk belajar langsung dari Kak Jasmine Jasin dari Sekolah Gemala Ananda dan juga Kak Aio dari Ayo Dongeng Indonesia.

Rumah Misterius dirilis 11 Februari 2017 lalu di Paviliun 28, sebuah tempat di bilangan Petogogan yang senantiasa mendukung kegiatan Letterplatters beberapa tahun belakangan ini. Acara launching dipandu oleh Kak Utari Intan, yang sekaligus merangkap sebagai moderator diskusi bersama kedua narasumber kami. Acara dibuka oleh the real Arika, yang bernyanyi bersama bundanya, Ketty Darmadjaja, untuk menyambut tamu-tamu yang sudah datang.

Kak Aio kemudian melanjutkannya dengan read aloud cerita Rumah Misterius, yang disambut antusias oleh adik-adik kecil yang hadir disana. Beberapa dari mereka datang dari Writers & Readers Club Sekolah Cikal, juga teman-teman dari Rumah Baca "Garasi". 

Setelah membacakan cerita, tiba saatnya membedah Rumah Misterius dengan penulis dan penerbitnya. Kak Utari mengundang saya, mewakili Letterplatters, dan Nuy untuk diskusi mengenai kolaborasi "Arika & Baba" ini. Dalam proses diskusi ini, saya banyak menulis catatan saku untuk dijadikan pembelajaran di kemudian hari, terutama di bagian typography dan desain yang sesuai dengan core Letterplatters, meskipun tanggapan terhadap buku yang sekarang sudah baik. Tapi, namanya belajar, harus ada kemajuan, bukan? Dan membawa karya untuk dinilai oleh publik dengan cara seperti ini sudahlah pasti menjadi sebaik-baiknya wadah untuk terus belajar. 

Saya mendapatkan sebuah pelajaran penting tentang huruf yang relevan untuk anak-anak usia dini. Ternyata huruf basic dengan satu jenis lettercase akan lebih mudah dimengerti, dibandingkan dengan huruf yang beragam besar dan kecilnya seperti yang dieksplorasi di cetakan pertama. Hal ini kemudian menjadi sebuah koreksi major, sehingga di cetakan kedua, penggunaan hurufnya lebih sederhana namun tentunya lebih jelas dan mudah dibaca. Lagi-lagi diingatkan kembali tentang desain dan kesesuaian fungsi :)

Cetakan kedua seri petualangan Arika dan Baba kini kembali bisa dipesan. Ada beberapa hal yang ingin sekali dilakukan untuk menyambung perjalanan Arika dan Baba di kemudian hari melalui beberapa kegiatan. Salah satunya adalah kerja sama dengan TransJakarta untuk dongeng di busway dan juga open pitch di Asian Festival of Children's Content di Singapore. Si penulis, Nuy Darmadjaja, akan berada disana bersama "Rumah Misterius" dan semoga saja bisa menjadi pengalaman yang berharga nantinya. 

Terimakasih untuk kalian yang sudah membeli "Rumah Misterius" dan mendukung terbitnya buku anak-anak ini. Demikian catatan saku saya, semoga hasil kolaborasi Letterplatters bersama Nuy Darmadjaja dan Ratna Fedara dapat dinikmati oleh adik-adik usia dini dan menciptakan ruang diskusi antara orang tua dan anak-anak mereka.

 

 

 

Comment