Comment

ASEAN Literature Festival 2017

Mewakili Letterplatters, berikut ini adalah catatan kilas balik dari partisipasi Letterplatters sebagai penerbit independen dalam acara ASEAN Literary Festival 2017 yang diselenggarakan di Kawasan Kota Tua, Jakarta, awal Agustus lalu. Sudah kelewatan lama untuk kemudian dibahas dan direkam sebagai bagian dari perjalanan tahun ini.

Informasi tentang terpilihnya Letterplatters untuk mendapatkan kesempatan bersama para penerbit dan komunitas datang agak tiba-tiba. Jeda waktunya memakan waktu cukup lama dari proses registrasi sampai pengumuman siapa saja yang akan ikut ambil bagian. Jadi ketika e-mail konfirmasi datang, 3 minggu yang tersisa dimanfaatkan untuk benar-benar mempersiapkan apa saja yang nanti akan dibagi selama masa pameran, selain juga ikut berkumpul pada masa briefing untuk bertemu dengan penerbit dan komunitas yang berpartisipasi.

Kesempatan ini menjadi pengalaman yang baru, dan karena itulah, saya menyempatkan diri untuk bereksperimen dengan konten baru. Karena pada dasarnya Letterplatters bergerak di bidang desain, saya berusaha membuat format berkarya yang bisa mengakomodasi kemampuan untuk bisa mendukung apresiasi Letterplatters terhadap literatur. Format itu kemudian saya beri nama Zine In Your Pocket alias zine saku yang hanya berukuran 13 x 9 cm dan terdiri dari 24 - 32 halaman saja. 

Untuk bersenang-senang dengan format baru ini, Letterplatters kemudian mengajak Kinara Darma untuk ikut berpartisipasi. Pasangan suami istri di balik nama itu, Utari Intan dan Yoga Pratama, menunjukukkan responnya dengan memberikan dua karya yang terinspirasi dari kisah Ramayana, yakni melalui 2 buah zine puisi "Di Balik Takdir" yang diambil dari sudut pandang Shinta dan Rahwana. 

Selain itu, Letterplatters juga berkolaborasi bersama Sheila Soraya, dimana kami mendaur ulang foto-foto liburan kami menjadi sebuah conceptual storytelling yang serinya diberi nama Travelmash. Senang rasanya ide Travelmash ini bisa dikerjakan bersama teman baik yang juga suka bertualang di seri yang pertama ini, dua kota yang kami rangkum dalam bentuk photography zine adalah Seoul dan Hong Kong. 

DSC04326.jpg

Kesempatan showcase di ASEAN Literature Festival 2017 ini memungkinkan Letterplatters untuk menemukan ruang di dalam dunia literasi melalu desain dan tentunya disiplin ilmu yang ditekuni, yakni typography. Melalui rilisan Rumah Misterius, Tigress, Day and Night, Romansa Senja, serta batch pertama pocket zines kami, Letterplatters bisa menyampaikan support terhadap dunia literasi di Tanah Air. Cukup senang karena niat baik ini bisa dijelaskan dengan baik sewaktu Mba Okky Madasari selaku dan Bapak Hilmar Farid mengunjungi lapak karya kami para penerbit independen dan komunitas. 

DSC04350.JPG

Comment

Comment

Arika, Baba dan Catatan Saku Tentangnya.

Seperti biasa, bulan Februari selalu menjadi bulan yang dirayakan dengan kembali berkarya bersama teman-teman baik. Tahun ini, Letterplatters kembali merampungkan sebuah kolaborasi yang sudah berjalan cukup lama, yaitu sebuah buku cerita untuk anak yang dikerjakan bersama Nuy Darmadjaja dan Ratna Fedara. 

Kolaborasi "Arika & Baba" ini dimulai jauh sebelum Nuy berpartisipasi dalam kegiatan tahunan #Letterature dimana "Racau", karya pertamanya, dirilis secara mandiri dalam jumlah yang terbatas. Dalam setahun lebih perjalanan "Arika & Baba", Letterplatters banyak berperan dalam proses menjahit naskah dan ilustrasi, serta menjadikannya sebuah buku utuh yang akhirnya dirilis awal Februari lalu.

Seri pertama "Arika & Baba" yang berjudul Rumah Misterius ini adalah literatur anak pertama yang diterbitkan oleh imprint kami, Kreasi Komunikata. Sebagai yang pertama, sudah tentu banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang kami dapat, baik dari segi cerita maupun segi kreatifnya. Sangat beruntung dalam proses perjalanan Arika & Baba ini, kami berkesempatan untuk belajar langsung dari Kak Jasmine Jasin dari Sekolah Gemala Ananda dan juga Kak Aio dari Ayo Dongeng Indonesia.

Rumah Misterius dirilis 11 Februari 2017 lalu di Paviliun 28, sebuah tempat di bilangan Petogogan yang senantiasa mendukung kegiatan Letterplatters beberapa tahun belakangan ini. Acara launching dipandu oleh Kak Utari Intan, yang sekaligus merangkap sebagai moderator diskusi bersama kedua narasumber kami. Acara dibuka oleh the real Arika, yang bernyanyi bersama bundanya, Ketty Darmadjaja, untuk menyambut tamu-tamu yang sudah datang.

Kak Aio kemudian melanjutkannya dengan read aloud cerita Rumah Misterius, yang disambut antusias oleh adik-adik kecil yang hadir disana. Beberapa dari mereka datang dari Writers & Readers Club Sekolah Cikal, juga teman-teman dari Rumah Baca "Garasi". 

Setelah membacakan cerita, tiba saatnya membedah Rumah Misterius dengan penulis dan penerbitnya. Kak Utari mengundang saya, mewakili Letterplatters, dan Nuy untuk diskusi mengenai kolaborasi "Arika & Baba" ini. Dalam proses diskusi ini, saya banyak menulis catatan saku untuk dijadikan pembelajaran di kemudian hari, terutama di bagian typography dan desain yang sesuai dengan core Letterplatters, meskipun tanggapan terhadap buku yang sekarang sudah baik. Tapi, namanya belajar, harus ada kemajuan, bukan? Dan membawa karya untuk dinilai oleh publik dengan cara seperti ini sudahlah pasti menjadi sebaik-baiknya wadah untuk terus belajar. 

Saya mendapatkan sebuah pelajaran penting tentang huruf yang relevan untuk anak-anak usia dini. Ternyata huruf basic dengan satu jenis lettercase akan lebih mudah dimengerti, dibandingkan dengan huruf yang beragam besar dan kecilnya seperti yang dieksplorasi di cetakan pertama. Hal ini kemudian menjadi sebuah koreksi major, sehingga di cetakan kedua, penggunaan hurufnya lebih sederhana namun tentunya lebih jelas dan mudah dibaca. Lagi-lagi diingatkan kembali tentang desain dan kesesuaian fungsi :)

Cetakan kedua seri petualangan Arika dan Baba kini kembali bisa dipesan. Ada beberapa hal yang ingin sekali dilakukan untuk menyambung perjalanan Arika dan Baba di kemudian hari melalui beberapa kegiatan. Salah satunya adalah kerja sama dengan TransJakarta untuk dongeng di busway dan juga open pitch di Asian Festival of Children's Content di Singapore. Si penulis, Nuy Darmadjaja, akan berada disana bersama "Rumah Misterius" dan semoga saja bisa menjadi pengalaman yang berharga nantinya. 

Terimakasih untuk kalian yang sudah membeli "Rumah Misterius" dan mendukung terbitnya buku anak-anak ini. Demikian catatan saku saya, semoga hasil kolaborasi Letterplatters bersama Nuy Darmadjaja dan Ratna Fedara dapat dinikmati oleh adik-adik usia dini dan menciptakan ruang diskusi antara orang tua dan anak-anak mereka.

 

 

 

Comment

Comment

So Long, 2016!

It's the end of the year again. The year 2016 has been a great ride altogether, started from the second chapter of Letterature: Bisik Kata, one-on-one collaboration with few emerging and inspiring musicians, publishing "Tigress", Ubud Writer and Readers Festival and also an open invitation to do lettering workshop.

I still have many homeworks to be done for Letterplatters, as it grows and gets older year by year. I am aspired to work more with local artist and empower our local scene through mutual collaboration. As well as produce more stuffs that able to educate and inspire young generation through design.

The year 2017 will remark the fourth year of running Letterplatters as playground of my creative exploration and I can't wait to see what the new year brings. I wish I could spend more time building things inside Letterplatters and more focus with what I want to do. I hope for bigger space to share, an open wide room under new roof to run the studio better. I sincerely wish for a new place to settle Letterplatters down with the rest of list-to-do this year. 

Thank you, wholeheartedly, to everyone whom I shared every piece of joy along the way, who supported me, and those who believed that Letterplatters would do better each year. Wish you all wonderful time ahead and Happy New Year!

Comment

Comment

Ubud Writers & Readers Festival 2016

On behalf of Letterplatters, I finally manage to get the ticket for this year's Ubud Writers & Readers Festival and it's not only for attending the events only. I would be going there to escort one of our titles, "Tigress" by Ayu Meutia which gonna be launched there on October, 30th at Hotel Tjampuhan.

I am so excited for Ayu and of course for the whole session for me to experience. Hopefully this moment could be another good drive for her to keep on writing! Anyhoo, for any of you who might never heard about this annual festival, below is the brief info about it. 

About UWRF 2016

The Ubud Writers & Readers Festival is Southeast Asia’s leading festival of words and ideas. The Festival celebrates extraordinary stories, amplifies brave voices, and tackles global issues through the lens of literature and the arts.

The Festival brings together a diverse mix of Indonesian and international writers, speakers, thinkers, artists, advocates, commentators and activists, to create a space for cross-cultural dialogue and connection.

The 13th UWRF will be held 26–30 October, 2016,  celebrating the theme Tat Tvam Asi or ‘I am you, you are me’. This powerful ideology is crucial to the collective identity of Indonesia—uniting people from incredibly diverse religious, ethnic, cultural and historical backgrounds to share common respect and understanding.

www.ubudwritersfestival.com

Comment

Comment

The Launch of Tigress

Since "Tigress" is the first title that published outside #Letterature series, Letterplatters and Ayu Meutia would like to invite you to the book launch at Kinosaurus on August 21, 2016.

Enjoy music performances by Alif Matata and Ayu Gurnitha, also poetry and discussions hosted and moderated by Abdul Qowi Bastian. For those who already made the pre-order, kindly collect your copy of "Tigress" on the venue.

This journey with Ayu Meutia and Gesa Febrian has been a great one. Letterplatters is so excited to see more possibilities with any aspiring writer or storyteller, and hope to share the jolly afternoon on the launch day. Till then, have a good day!

Comment

Comment

Tigress

Letterplatters got a chance to collaborate with one of talented poets, Ayu Meutia. I got to know her a year ago through her spoken poetry initiative named #Unmasked that she founded together with few of her fellows. It's good to know that our brief encounter led us to one project, and she put her trust on us to deliver her baby, Tigress. Together with Letterplatters, we also collaborate with local illustration artist, Gesa Febrian, to add some juxtaposed and metaphorical watercolor splash.

Ayu Meutia believes that the sorting hat would put her in Ravenclaw House, but the letter never comes so she puts herself to contentment of the Muggle world. Tigress is her first independently published poems collection. Throughout the years, she has written short-stories and poetry for various anthologies. Her writings have been featured in Jakarta Globe and Rappler Indonesia, mostly covering local and arts communities, current affairs and women’s issues.

The first and fresh batch of Tigress was finally launched last weekend at #Unmasked event @america, Pacific Place. As I assisted the birth of Tigress, I was really content to see Ayu did her spoken word's performance. It seems that the tigress in her roaring in full emotion, and totally have some noise worth hearing. Yes, Noise Worth Hearing, just like the theme of her #Unmasked last week. 

I wish Ayu Meutia many opportunity in the future to get her writings appreciated more by the audience. She seems too young to be taken so seriously, but trust me, she's wise and mature enough inside to broaden our perspective about love and life.

May the tigress inside her will always be this brave. 

 

 

Comment

Comment

A Piece of Rumi

On behalf of Letterplatters, I'd love to break the ice in this playground by wishing everyone a very wishful weekend. Here's a piece of Rumi to start the second term of the year, marked by the celebration of Eid Fitri. As usual, it's always fun to contemplate by reading poetry to relate to—and to stay reminded by. This year I bumped into another piece by Rumi which is hopefully could rest with us. 

"Be like the sun for grace and mercy. Be like the night to cover other's faults. Be like running water for generosity. Be like death for rage and anger. Be like the Earth for modesty. Appear as you are, be as you appear." 

Let's embrace the second term with positivity to be the best that we could. 
Have a nice day. 

Comment

Comment

#BisikKata

It's been a month since the second chapter of #Letterature. On behalf of Letterplatters, I hope it's not too late to do a quick catch up on #BisikKata and of course to thank all the collaborators and official partners. I understand that #BisikKata was a ground to learn and have fun at the same time, and there's a lot to be improved for the next chapter. But at least together we made progress, we made better works, and built better relationship through this collaboration. 

This was the latest picture of #Letterature collaborators on the last day of #BisikKata showcase. Few important fellows are not captured above, but still, I am more than grateful to have these people believed in me and agreed to be part of #Letterplatters' journey this year. For that, I wish each of them best of luck on their own creative endeavors. Hopefully one day we could work together again.

Comment